Rabu, 20 Maret 2013

pasti saat kita sekolah kita menyimpan banyak cerita oleh karna itu saya akan membaikan cerita saya melalui cerpen, ok ini adalah salah satunya

guru menelpon pencontek beraksi

di suatu siang saat sekolah harapan satu mengadakan ulangan matematika semua orang tau kalau ulangan tapi aku bingung semuanya hanya santai menghadapi ulangan, belpun berbunyi saatnya pak anwir masuk, pak anwir merupakan guru matematika kami, dia bisa serius tapi bisa juga bercanda, saat pak anwir masuk kamipun duduk dengan tenang di tempat masing masing, pak anwirpun mulai memisahkan gelombang pertama dan kedua.

pak anwirpun mulai berjalan membagikan soal kamipun mulai berkerja dan guru kami tetap di tempat meja guru hingga aku berbicara " saya sudah, pak", pak anwirpun menjawab " kalau sudah sini kumpul", saya pun mengumpul dan disusul oleh andre kamipun keluar dari kelas dari jendela kami melihat susi maju kedepan saat guru kami menelpon dia bertingkah mau menumpulkan tugas padahal dia mencontek jawaban orang yang telah mengumpul sebelum dia. 


waktu untuk gelombang pertamapun selesai, sekarang giliran gelombang ke dua untuk mengerjakan soal dari jendela tadi kami iri karna gelombang dua tidak terlalu di perhatikan karna pak anwir sedang di toilet, susipun berkata " curang, gelombang dua enak bisa nyontek kalo kita gelombang satu tidak bisa nyontek, iya kan??, akupun menjawab dengan sedikit kesal "iya" aku kesal karna dia tidak merasa nyontek tadi

pak anwirpun kembali dari toilet anehnya saat pak anwir masuk semua menjadi tenang.

dua hari kemudian hasil ulangan di bagikan walaupun ada beberapa teman yang nyontek ternyata nilainya juga tidak terlalu bagus dari pengalaman ini aku mendapat pelajaran walaupun kita mendapat nilai bagus kalau kita menyontek dengan teman berarti nilai itu bukan milik kita tetapi milik teman kita


tunggu cerpen selanjutnya ya... :)   


Tidak ada komentar:

Posting Komentar